loading…
Ratusan santri dirawat Di sejumlah Fasilitas Medis Sidoarjo akibat keracunan massal seusai menyantap menu MBG, Selasa (1/9/2026). Foto/ iNews
“Ini bukan persoalan kecil. Keselamatan dan Kesejajaran penerima manfaat harus menjadi prioritas utama Di pelaksanaan Langkah MBG,” kata Nurhadi Di keterangan pers, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) perlu Menimbang sistem Perlindungan Ketahanan Pangan MBG secara menyeluruh Lantaran kejadian serupa disebut terjadi Di sejumlah Daerah. Evaluasi harus mencakup seluruh rantai penyediaan Konsumsi, mulai Bersama bahan baku hingga distribusi kepada penerima manfaat.
“Bersama berbagai evaluasi Sebelumnya, persoalan Perlindungan Ketahanan Pangan MBG mencakup banyak hal, mulai Bersama higiene dan sanitasi dapur, Standar bahan baku, proses memasak, pengendalian suhu Konsumsi, penyimpanan, waktu Antara Konsumsi dimasak dan dikonsumsi, sampai distribusinya,” ujarnya.
Baca Juga: Peristiwa Pidana Hukum Keracunan Ratusan Santri Di Sidoarjo, Dewan Perwakilan Rakyat Desak Bentuk Satgas MBG
Ia mencontohkan hasil evaluasi Di Papua yang masih menemukan persoalan sanitasi, pengendalian suhu, penyimpanan bahan baku dan Konsumsi matang, hingga distribusi Konsumsi. Lantaran itu, Nurhadi Merangsang BGN mengubah pendekatan Bersama sekadar merespons Peristiwa Pidana Hukum menjadi sistem Upaya Mencegah ketat Sebelum Konsumsi diproduksi hingga dikonsumsi.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Cegah Keracunan Massal MBG Terulang Lagi, Dewan Perwakilan Rakyat Sarankan BGN Lakukan 5 Langkah Ini











