Jakarta –
Badan Pengawas Terapi dan Minuman (BPOM) RI resmi menerbitkan Nomor Izin Edar (NIE) Bagi Imunisasi rotavirus terbaru, Bio-RV. Imunisasi ini ditujukan Bagi mencegah Gangguan gastroenteritis atau diare akut, yang kerap memicu dehidrasi berat hingga mengancam jiwa bayi dan balita.
Izin edar yang diberikan Di 2 September 2026 tersebut menandai Imunisasi Bio-RV telah lolos evaluasi ketat Yang Berhubungan Di aspek Perlindungan, khasiat, dan mutu sesuai regulasi yang berlaku.
BPOM menegaskan penerbitan izin edar ini merupakan bentuk komitmen pemerintah, Untuk memastikan Komunitas Indonesia Merasakan akses Pada produk biologis yang aman dan berkualitas tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imunisasi tersebut telah Melewati evaluasi secara mendalam Pada seluruh data uji klinis, Perlindungan, dan mutu Di Imunisasi Bio-RV.
Bisa Diberikan Sebelum Fase Neonatal
Berbeda Di Imunisasi rotavirus Di umumnya, Bio-RV merupakan Imunisasi rotavirus hidup yang dilemahkan secara alami dan diberikan secara oral. Imunisasi ini dirancang unik Agar dosis pertamanya bisa diberikan Di masa neonatal atau bayi Mutakhir lahir usia 0-5 hari.
Adapun skema pemberian Imunisasi Bio-RV mencakup tiga dosis:
- Dosis I: Usia 0-5 hari
- Dosis II: 8-10 minggu
- Dosis III: Usia 12-14 minggu
Jadwal pemberian yang dimulai Sebelum fase awal kehidupan ini dinilai sangat krusial agar imunitas bayi Pada Infeksi rotavirus dapat terbentuk secepat Bisa Jadi.
Ancaman Diare Berat dan Stunting Di Balita
Kehadiran Bio-RV menjadi angin segar Bagi dunia Kesejaganan anak Hingga Indonesia. Data Kementerian Kesejaganan RI Melewati Indonesia Rotavirus Surveillancr Network (2001-2017), Menunjukkan rotavirus menjadi biang kerok Di 41 persen hingga 58 persen Tindak Kejahatan diare Di balita yang dirawat Hingga Puskesmas.
Diare akut yang berulang tak hanya mengancam nyawa akibat dehidrasi, tetapi juga dapat mengganggu penyerapan Minuman Bergizi secara permanen yang berujung Di risiko gangguan Perkembangan (stunting).
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, mengungkapkan bahwa Prestasi memperoleh NIE Bagi Imunisasi ini merupakan hal penting hasil kolaborasi panjang Di institusi Eksperimen, akademisi, industri, serta mitra Internasional seperti Murdoch Children’s Research Institute (MCRI).
“Bio-RV bukan hanya tentang hadirnya satu produk Imunisasi Mutakhir. Hingga balik pencapaian ini terdapat perjalanan panjang Pembaruan ilmu pengetahuan, uji praklinis dan klinis, alih Ilmu Pengetahuan, hingga penyiapan Produksi,” kata Shadiq, Jumat (4/9/2026).
Ia menambahkan bahwa kemampuan Imunisasi ini diberikan Sebelum periode neonatal membuka Potensi besar Bagi melindungi anak-anak Indonesia sedini Bisa Jadi sekaligus memperkuat kemandirian pasokan Imunisasi nasional.
“Yang ingin kami hadirkan adalah perlindungan sedini Bisa Jadi Bagi anak-anak Indonesia, sekaligus memastikan bahwa Indonesia Memiliki kemampuan Bagi menjamin Sustainability pasokan Imunisasi secara mandiri. Ini merupakan Dibagian Di kontribusi Bio Farma Untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan Kesejaganan nasional,” pungkasnya.
(sao/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: BPOM Beri Izin Edar Imunisasi Diare Rotavirus Bio-RV, Dosis Pertama Bisa Sebelum Lahir











