Manggarai Barat –
Wisatawan Di Nuca Molas, Pulau Mules, Kecamatan Satarmese Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilarang naik mercusuar yang rusak akibat gempa M7,7 Di 15 Agustus lalu.
Sebelumnya Guncangan Bumi mengguncang Flores, mercusuar setinggi Di 35 meter tersebut menjadi spot terbaik Untuk wisatawan menikmati pemandangan alam indah Nuca Molas.
“Mercusuar sudah ditutup Sesudah gempa pertama 15 Agustus,” kata ketua Pokdarwis Nuca Molas, Sahrul Salam, Minggu (20/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sharul mengatakan banyak keretakan Di mercusuar tersebut. Untuk keselamatan wisatawan, ujar dia, mercusuar itu ditutup permanen.
“Langkah ini kami ambil mengingat mercusuar merupakan bangunan lama. Gempa kemarin lumayan besar, Sesudah diperiksa banyak Pada Bersama bangunan mercusuar yang retak. Kami tidak mau ambil resiko lebih besar makanya kami tutup permanen. Ntah kapan dibangun kembalinya saya juga belum tahu,” kata Sahrul.
Ia menjelaskan fungsi mercusuar sebenarnya sebagai penanda Pulau Mules. Mercusuar bukan hanya Sebagai kapal-kapal besar yang lewat Di perairan Di pulau tapi juga Sebagai nelayan Di sana yang melaut malam hari Di Di pulau tersebut.
“Sebagai patokan bahwa apabila lampu mercusuar sudah tidak terlihat itu artinya nelayan kami sudah jauh berlayar mencari ikan Di Ditengah laut dan segera mencari arah Sebagai kembali Di pulau Bersama menemukan cahaya lampu mercusuar,” jelas Sahrul.
Seiring Bersama ramainya kunjungan wisatawan Di Nuca Molas, mercusuar itu juga digunakan wisatawan sebagai spot terbaik menikmati pemandangan indah destinasi tersebut. Wisatawan harus naik Di puncak mercusuar itu Sebagai nikmati pemandangan Nuca Molas.
—
Artikel ini sudah tayang Di detikbali.
(ddn/ddn)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Efek Gempa M 7,7, Mercusuar Ikonik Di Nuca Molas Tak Bisa Lagi Didaki Turis











