Madrid –
Lonjakan wisatawan Hingga sejumlah destinasi populer Spanyol memicu persoalan kepadatan, hunian, hingga kenyamanan Untuk warganya
Lonjakan jumlah wisatawan Hingga Spanyol Lebih sulit dikendalikan. Hal tersebut mengakibatkan sejumlah warga Spanyol melakukan Keluhan Masyarakat Pada pihak berwenang.
Tak cuma terkenal Hingga Eropa, Spanyol menjadi salah satu destinasi wisata terpopuler dunia. Tetapi, tingginya jumlah wisatawan memunculkan tantangan Untuk sebagian Daerah yang harus menyeimbangkan Di Karya Perjalanan Hingga Luarnegeri Didalam kebutuhan warga setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persoalan tersebut dikenal sebagai overtourism. Kebugaran ini terjadi ketika jumlah pengunjung Memberi tekanan yang berlebihan Pada lingkungan, kehidupan warga, dan fasilitas umum. Hingga Spanyol, persoalan ini menjadi perhatian Hingga sejumlah destinasi populer, termasuk Barcelona dan Kepulauan Balearik.
Menurut data Institut Statistik Nasional Spanyol (INE) periode bulan Januari-Agustus, lebih Didalam 70,3 juta wisatawan internasional Berkunjung Hingga Spanyol. Jumlah turis Menimbulkan Kekhawatiran 5,4 persen dibandingkan tahun Sebelumnya, seperti dikutip Didalam The i Paper, Senin (26/10/2026).
Apabila Gaya ini berlanjut, jumlah wisatawan mancanegara Hingga Spanyol bisa mencapai 102 juta hingga akhir tahun 2026. Artinya, Spanyol Memperoleh kesempatan Untuk melampaui Prancis sebagai destinasi liburan terpopuler Hingga dunia.
Menyambut Baik hal tersebut, Pemerintah Spanyol menerapkan berbagai langkah memerangi lonjakan jumlah wisatawan. Pemerintah setempat terpaksa menaikkan Pajak Lainnya Perjalanan Hingga Luarnegeri, membatasi jumlah wisatawan Hingga area tertentu, hingga menggunakan alat AI Untuk mengukur arus wisatawan agar destinasi populer tidak dibanjiri wisatawan secara bersamaan.
Sambil Itu, warga Spanyol menilai langkah-langkah itu belum cukup. Langkah itu dinilai hanya berfungsi sebagai pengendalian jumlah wisatawan tanpa mengatasi masalah mendasar yang Mendorong overtourism Dari awal.
Sebab, warga Spanyol mulai menyoroti keadaan Lebih sulit Merasakan hunian Didalam harga terjangkau. Meningkatnya permintaan akomodasi wisata dan maraknya penyewaan hunian jangka pendek menjadi Dibagian Didalam perdebatan mengenai tekanan Pada pasar perumahan Hingga sejumlah kawasan.
“Angka-angka ini Menunjukkan bahwa pihak berwenang tidak Menyambut Baik seruan kami Untuk Memangkas Perjalanan Hingga Luarnegeri agar terkendali dan penduduk dapat tinggal Hingga komunitas mereka sendiri,” kata Jaume Pujol, Didalam Menys Turisme Mas Vida (Kurangi Perjalanan Hingga Luarnegeri, Perbanyak Kehidupan) Hingga Mallorca.
Berdasarkan laporan, wisatawan internasional telah menyebabkan harga Rumah rata-rata naik sebesar 80 persen Dari 2015. Sambil Itu, gaji hanya naik Disekitar 28 persen.
Barcelona menjadi salah satu destinasi wisata populer yang krisis perumahan Untuk warganya sendiri. Berdasarkan data Observatorium Perjalanan Hingga Luarnegeri, Barcelona Menarik Perhatian 16 juta pengunjung Di tahun lalu, Menimbulkan Kekhawatiran 2,9 persen Didalam tahun Sebelumnya yang menjadikannya sebagai kota terpopuler Hingga Spanyol
Untuk menyelesaikan masalah ini, dewan kota Barcelona menaikkan Pajak Lainnya wisata harian. Di 2028, dewan kota berencana melarang pembangunan 10 ribu flat wisata, yang dinilai Walikota Jaume Collboni sebagai penyebab Fluktuasi Harga perumahan.
Kawasan Malaga juga Melakukanupaya memerangi peningkatan lonjakan wisatawan Didalam menggunakan alat AI Untuk mengontrol arus wisatawan Didalam kapal pesiar. Disekitar 310 ribu wisatawan Didalam pesiar Berkunjung Hingga Malaga Pada periode Januari-Agustus.
Sambil Itu, Daerah Toledo juga terpaksa Membahas tindakan. Kawasan yang dihuni Disekitar 87 ribu penduduk ini mampu Menarik Perhatian empat juta wisatawan setiap tahun. Tindakan yang diambil bertujuan mengontrol arus wisatawan pejalan kaki.
“Kami telah menerapkan langkah-langkah Untuk mengontrol arus wisatawan pejalan kaki lewat kota tua bersejarah, guna membatasi. Ukuran kelompok yang dibatasi dan aturan tentang penggunaan megafon yang dilarang Untuk pemandu wisata,” kata Kepala Perjalanan Hingga Luarnegeri Dewan Kota Toledo, Jose Manuel Velasco.
Untuk wisatawan, situasi tersebut menjadi pengingat bahwa liburan tidak hanya berkaitan Didalam Berkunjung Hingga destinasi populer. Menghormati Kelompok setempat, menjaga kebersihan, mematuhi aturan, dan menggunakan fasilitas umum Didalam bijak merupakan Dibagian penting Didalam liburan Hingga luar negeri.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Spanyol Terancam Overtourism, Warganya Gaungkan Keluhan Masyarakat











