loading…
Kementerian Keuangan menyiapkan sejumlah strategi Untuk mengamankan pembiayaan Biaya Pendapatan dan Belanja Bangsa (APBN) hingga akhir 2026. FOTO/dok.SindoNews
“Kita masih Memiliki jadwal 12 kali lelang SBN reguler setiap hari Selasa, Dari Sebab Itu enam kali lelang SUN dan enam kali lelang SBSN Ke kuartal keempat,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto Untuk konferensi pers APBN KiTa dikutip Ke Minggu (11/10/2026).
Baca Juga: Pemerintah Tarik Utang Rp494,3 Triliun per September 2026
Suminto mengatakan opsi pinjaman Langkah senilai USD1,8 miliar tersebut disiapkan Untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Ke kuartal IV-2026. Kemenkeu juga Di merampungkan dokumen hukum dan skema transaksi Untuk Mengharapkan penerbitan surat utang berdenominasi valuta Foreign, Bersama Mengkaji volatilitas dan dinamika pasar keuangan Dunia.
Ke pasar domestik, pemerintah menjadwalkan 12 kali lelang SBN reguler sepanjang kuartal IV-2026, terdiri atas enam kali lelang Surat Utang Bangsa (SUN) dan enam kali lelang Surat Berharga Syariah Bangsa (SBSN). Kemenkeu turut menyiapkan dua penerbitan SBN ritel, yakni Saving Bond Ritel (SBR015) dan Sukuk Tabungan (ST017), Untuk menjaring dana Untuk investor domestik.
Pembantu Kepala Negara Keuangan Suahasil Nazara mengatakan SBN menjadi instrumen utama yang Menarik Perhatian aliran modal Foreign Di pasar keuangan Indonesia. Hingga September 2026, aliran dana Foreign Di SBN tercatat mencapai Rp131,1 triliun secara kumulatif Sebelum awal tahun atau year-to-date.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Amankan APBN Sisa Akhir 2026, Pemerintah Tarik Utang Rp32 Triliun









