Sepang –
Setelahnya sembilan tahun tak digelar Di Malaysia, kembalinya Formula 1 (F1) Di Sepang diwarnai masalah transportasi. Pengunjung keluhkan kepadatan.
Penonton Berusaha Mengatasi kemacetan parah dan antrean shuttle Kendaraan Angkutan Umum hingga berjam-jam Setelahnya sesi Pelatihan dan Preliminary Di Sirkuit Internasional Sepang (SIC) Di 2 dan 3 Oktober 2026.
Sejumlah penonton Justru memilih berjalan kaki Sebagai meninggalkan sirkuit. Salah satu pengunjung, Mohd Khalimi Ashraf Mohamed Rethuan yang datang Di 2 Oktober, mengaku harus berjalan sejauh 11 kilometer Untuk SIC Di Mitsui Outlet Park, tempat mobilnya diparkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kendaraan Angkutan Umum tidak bisa datang sama sekali Sebab terjebak kemacetan. Orang-orang sampai mengejar Kendaraan Angkutan Umum seperti Untuk Sinema zombie,” cerita dia dikutip Untuk The Straits Times, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, Kemakmuran Di Disekitar sirkuit sangat kacau. “Sangat kacau, seperti tidak ada Perancangan. Tidak ada pengelolaan yang baik. Justru petugas polisi terlihat kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa,” ungkap Khalimi.
“Pengaturan lalu lintas sangat buruk. Jalur khusus Kendaraan Angkutan Umum juga tidak digunakan Didalam baik,” lengkapnya.
Keluhan serupa disampaikan penonton lainnya. Di platform media sosial dipenuhi foto dan video antrean panjang shuttle Kendaraan Angkutan Umum serta penonton yang memilih berjalan kaki. Ada pula penonton yang berjalan hingga Terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur yang berjarak Disekitar 20 kilometer Untuk sirkuit.
Pengunjung lainnya, Amir ‘Arif Azmi, mengatakan dirinya berjalan Disekitar 7 kilometer Setelahnya sesi 2 Oktober berakhir pukul 17.00 waktu setempat. Ia Mutakhir tiba Di Rumah Di pukul 23.30, padahal perjalanan tersebut biasanya hanya membutuhkan waktu Disekitar satu jam.
“Setiap kali Kendaraan Angkutan Umum datang, orang-orang langsung mengerumuninya Walaupun Kendaraan Angkutan Umum belum berhenti. Orang-orang mulai frustrasi, memukul Kendaraan Angkutan Umum dan berteriak kepada pengemudi,” kata Amir.
Ia juga melihat sejumlah penonton berjalan kaki. Justru, ada yang harus berhenti Di pinggir jalan Sebab kram. Masalah Lebihterus rumit Sebab hanya sedikit kendaraan transportasi daring yang diizinkan menaikkan dan menurunkan penumpang Di SIC.
Di Ditengah kemacetan, muncul pula layanan shuttle Kendaraan Bermotor Roda Dua bodong Didalam tarif RM 25-50 (Rp 100-219 ribu). Penonton juga Mengkritik antrean panjang Sebagai Merasakan air minum dan beberapa stasiun air yang tidak berfungsi.
Operator shuttle, Rapid KL, mengerahkan 95 Kendaraan Angkutan Umum dan melakukan perubahan pengaturan Di 3 Oktober Setelahnya Merasakan keluhan penonton. SIC juga Berkata bekerja sama Didalam operator transportasi dan pihak berwenang Sebagai memperbaiki pengaturan lalu lintas, shuttle, dan kerumunan.
“Penghayatan dan keselamatan para Pendukung tetap menjadi prioritas utama kami Di Sirkuit Internasional Sepang,” jelas SIC.
Meski situasi sedikit membaik, antrean Kendaraan Angkutan Umum masih mencapai Disekitar dua jam. Persoalan tersebut Setelahnya Itu memunculkan pertanyaan soal kesiapan Malaysia jika F1 kembali secara permanen.
(upd/wsw)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: F1 Kembali Di Malaysia, tapi Penonton Keluhkan Macet dan Antrean Kendaraan Angkutan Umum











