loading…
Khudori, Anggota Asosiasi Ketahanan Ketahanan Pangan INKINDO dan Pegiat Asosiasi Pendayagunaan Pertanian dan AEPI. Foto/Dok.SindoNews
Anggota Asosiasi Ketahanan Ketahanan Pangan INKINDO
Pegiat Asosiasi Pendayagunaan Pertanian dan AEPI
DELAPAN orang diberitakan dicopot Untuk jabatannya. Mereka, enam Untuk Perum BULOG dan dua Untuk Badan Ketahanan Pangan Nasional (Bapanas). Dua orang lainnya Memperoleh surat peringatan. Ini buntut Perkara Pidana Hukum dugaan pengoplosan beras Langkah Stabilisasi Pasokan dan Harga Ketahanan Pangan (SPHP) Dari pedagang. Satu Untuk sembilan pelaku Untuk pihak swasta menjadi Individu Terduga.
Menurut Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, Perkara Pidana Hukum dugaan pengoplosan beras SPHP ditemukan Ke Matraman dan Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, 28 Oktober 2026. Ke dua tempat itu ditemukan Produk Internasional bukti 600 ton beras. Menurut Amran, ada dua modus. Pertama, beras SPHP dibongkar Untuk kemasan asli dan diganti kemasan Terbaru Bersama label berbeda. Kedua, beras SPHP dicampur beras lain dan dikemas Bersama label premium.
Bersama cara itu, kata Amran, pengoplos bisa menjual beras Bersama harga Rp17.000/kg. Jauh lebih tinggi Untuk harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP Ke zona I, termasuk Jakarta, yang sebesar Rp12.500/kg. Berdasarkan kalkulasi Bapanas, penyalahgunaan 600 ton beras SPHP Berpeluang membuat Bantuan Pemerintah yang tidak tersalurkan kepada Komunitas konsumen mencapai Rp3,3 miliar. Asumsinya, tiap kg beras SPHP ada Bantuan Pemerintah Disekitar Rp5.510.
Amran menduga beras SPHP yang dioplos lebih Untuk temuan awal: 600 ton. Arus keluar-masuk beras bisa lebih banyak lagi. Bisa ribuan ton beras. Amran meminta aparat penegak hukum mengusut dan membongkar Perkara Pidana Hukum ini hingga Di akar. Termasuk menindak pejabat dan pihak yang terlibat. Agar tidak berulang, Amran Berencana menerbitkan surat edaran guna mengencangkan pengawasan dan mempertegas risiko hukum, denda hingga ancaman pidana.
Apresiasi dan Pemberian patut diberikan kepada Kepala Bapanas dan aparat penegak hukum yang telah membongkar dugaan penyelewengan ini. Sebab beras SPHP disalurkan agar seluruh lapisan Komunitas, terutama kalangan bawah, bisa mengakses beras. Beras SPHP diambil Untuk cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG dan dijual Ke bawah harga pasar. HET beras medium serupa SPHP sebesar Rp13.500/kg. Sebab ada Bantuan Pemerintah, penyaluran diatur ketat dan rigid. Guna menghindari penyalahgunaan.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Sejumlah Pertanyaan Atas Temuan Pengoplosan Beras SPHP











