loading…
Harga Bitcoin bergerak Ke kisaran USD80.000 Sesudah The Fed mempertahankan suku bunga acuan. FOTO/dok.SindoNews
“Keputusan mempertahankan suku bunga bukan berarti ketidakpastian pasar langsung berakhir. Investor masih perlu mencermati bagaimana Kenaikan Penurunan Nilai Mata Uang Dan Jasa berkembang dan bagaimana The Fed merespons data ekonomi berikutnya,” ujar Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn dikutip Ke Jumat (30/10/2026).
Baca Juga: Bitcoin Melemah Hingga USD81.600, Investor Perlu Cermati Berbagai Indikator
Untuk Pertemuan FOMC Ke 27–28 Oktober 2026, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan Ke kisaran 3,75–4 persen. Keputusan itu disetujui Lewat pemungutan suara 10 berbanding 2, Bersama Lisa D. Cook dan Beth M. Hammack memilih menaikkan suku bunga sebesar 25 basis Skor.
The Fed menilai Kegiatan ekonomi Amerika Serikat masih tumbuh kuat, Sambil Itu Kenaikan Penurunan Nilai Mata Uang Dan Jasa tetap berada Ke level tinggi. Lembaga Keuanganpusat tersebut menekankan perlunya data tambahan Untuk menentukan arah Keputusan yang tepat guna mengembalikan Kenaikan Penurunan Nilai Mata Uang Dan Jasa Hingga target 2 persen.
Keputusan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan ketidakpastian Ke pasar keuangan. Pelaku pasar masih memperhitungkan kemungkinan suku bunga bertahan Ke level tinggi lebih lama, terutama apabila tekanan Kenaikan Penurunan Nilai Mata Uang Dan Jasa belum mereda. Respons pasar keuangan Secara Keseluruhan juga relatif terbatas, Sambil Itu Fluktuasi Harga Energi turut menekan sentimen aset berisiko.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: The Fed Konsisten Suku Bunga, Bitcoin Bergerak Ke Kisaran USD80.000











